DEAR DREAM


Apa yg kurasakan? Entah. Seringkali semuanya menjadi satu, terkadang ada hal yang dominan, namun tak jarang pula kosong dan serasa hampa. Jangankan orang lain, bahkan diriku sendiri tidak bias menilai aku ini orang seperti apa?. Setiap saat banyak hal yang berubah, banyak hal yang terjadi. Seketika aku berpikir bahwa segalanya terlihat mudah, tetapi kusadari lebih dalam nyatanya hal itu akan sangat sulit kulewati dan itu mampu membuatku terdiam untuk waktu yang panjang. Aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa, aku hanya sendiri dan tidak satupun mendengarkan bisikanku. Aku tahu sifatku terlalu hiperbola, tulisanku terlalu merujuk pada konotasi umum. Tidak satupun mampu kujelaskan secara detail karena pasti jawabannya adalah kini aku telah gila. Bertahun tahun baru kusadari apa yang kualami adalah sebuah mental illness dan kerusakan dari caraku menahan semua perasaan. Aku ingin menjadi orang yang baik. Aku ingin selalu ada untuk setiap orang yang membutuhkan pertolongan. Aku bahkan berusaha diluar kemampuanku untuk menjadi makhluk sosial. Tapi semua itu kurasa tidak berguna lagi. Aku yang sudah bertekad untuk melihat luasnya dunia, kini sudah menyerah dan ingin kembali pada ruang kecilku. Aku ingin pulang. Aku ingin pergi ke tempat seharusnya aku berada. Aku tak lagi punya mimpi, pelangi itu kini sudah tertutup awan. Musim panas akan terselimuti mendung. Saat itu aku bersyukur bahwa ternyata ada banyak warna yang akhirnya aku ketahui, sayangnya hanya abu satu satunya yang mewarnai hidupku. Aku tahu tidak boleh menyerah. Aku tahu masih banyak kesempatan diluar sana yang mampu menuntunku menuju savanna. Tapi aku bahkan sudah takut untuk membuka pintu (lagi), sekedar menatap langitpun sudah terlalu jauh bagiku. Aku sedih, berjuta kali ku rutuki perasaanku dengan kata itu. Entah kenapa ini rasanya seperti aku berada pada posisiku 4 tahun silam. Tidak perlu kukatakan lagi kalau aku sudah lelah menjalani semuanya, karena aku bahkan sudah lelah mengatakan itu. Sebagian orang mungkin sulit menghadapi sosokku yang aneh ini, itu juga membuatku sulit menghindarinya. Aku tidak ingin terlihat normal lagi dihadapan orang normal lainnya, karena itu sangat menyakitkan. Normal bagiku adalah hidup dalam kesunyian yang tentram. Hanya ada aku dan diriku. Tidak ada orang lain. Aku hanya ingin sendiri. Aku tidak ingin menumpukan diriku pada siapapun lagi, tidak satupun lagi yang kuharapkan mampu menopangnya. Aku tidak ingin membebani siapapun atas perasaanku. Memang selalu ada baiknya aku sendiri saja, menikmati sisa hidupku dalam kesendirian yang tidak akan menyakiti siapapun.
Aku tidak mengatakan hidupku malang, bahkan aku tidak mengasihani diriku sendiri. Karena aku tahu bahagia yang seharusnya aku rasakan tidak seperti orang lain rasakan. Bagi semua orang tingkahku ini terlihat lucu memang, jangan salahkan aku. Bahkan akupun tidak pernah meminta untuk ada di dunia ini. Aku ingin menghentikan segala mimpi burukku, aku tahu tidak perlu terbangun untuk mengatasinya. Aku hanya berharap memiliki kekuatan Lucid Dream. 
Biasanya hal yang selalu membuatku optimis adalah ketika ingat bahwa Cinderella mampu mempertahankan mimpinya yakin akan terwujud, namun aku tahu ia hanyalah karakter yang bahkan ada disetiap mimpi gadis kecil. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STUCKED BUT WONDERING

Hanya Sekedar Saran..

COMEBACK!