STUCKED BUT WONDERING

 Milyaran detik jam berdenting hingga hari demi hari sudah terlewati. Pribadi ku masih sama, prinsip dan jiwaku tidak berubah. Baru ku sadari itu setelah sekin lama ku pikir diriku sangatlah ganda. Sesungguhnya aku hanya mengalami hal yg berulang dan selalu sama. Tidak ada yg kurasa bahwa ada yg kurang ataupun lebih. Setiap kejadian yg kualami masih pada circle yg sama. Mungkin saat ini aku bisa tertawa namun tak lama sedih datang, aku bisa memikirkan banyak hal dan seolah optimis karena menemukan metode baru dalam menyelesaikan segala pertanyaan hidupku nyatanya itu hanyalah rencana. Realitaku tidak semudah mimpi yg kuharapkan. Selalu saja jiwa ini berbisik "apakah kau akan lebih baik?" Aku tidak bisa memastikannya. Aku tidak bisa menentukan pilihanku, yg ku rasakan hanya takut. Aku takut untuk hidup dan aku takut untuk mati. 

Aku sangat ingin melakukan hal yg ku tentukan sendiri, bukan hanya sekedar demi balas budi ataupun mengemban beban. Aku ingin hidup dengan apa yg kucintai. Jalan hidupku, impian, dan harapan semuanya seharusnya aku yg menentukan. 5 tahun berlalu namun masih berada dalam status yg sama. Mengapa begitu sulit disaat orang lain mampu mempertahankan pilihan mereka?. 

Bahkan disetiap malam aku sangat sulit hanya untuk bisa tidur. Ku limpahkan semua pikiran absurd ini pada pekerjaan. Aku bisa dinilai sangat loyal, bekerja 24/7 nonstop hanya sebagai pelampiasan satu-satunya hal yg bisa kulakukan. Hari ini aku tersadar ketika malam aku menangis agar bisa tidur dan siang hari aku baru bisa lelap. Aku terbangun di jam yg seharusnya aku bisa produktif pada akhir pekan. Mengetahui satu persatu orang yg ku kenal memulai hidup barunya sontak aku berfikir sedangkan aku masih begini bahkan baru saja bangun tidur. Aku bergurau pada diri ini betapa lucunya kehidupan gadis 24 tahun ini. 

Awal pekan aku berniat mulai membayar segala nazar ku, kuharap ini kan berhasil. Semoga doa ku dan dia dapat di kabulkan. Aku hanya berharap kali ini aku bersungguh - sungguh mengakhiri semuanya. Hal yg ku syukuri adalah dia yg ku miliki sangatlah penyabar dan tangguh, kurasa jika itu orang lain bisa saja sudah mencampakkanku. Saat ini yg terpenting kami sedang sama sama memantaskan diri untuk masa depan. Setidaknya saat ini aku berfikir bahwa aku ingin menikah. Yaa meskipun itu tidak penting untukku haha. Tapi ketika aku memulai segalanya sejak 5 tahun lalu aku sudah yakin ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya. Terkadang bahkan aku berfikir suatu saat nanti aku ingin memiliki gelar sebagai "ibu terbaik" dari anakku kelak, dan juga hal menyenangkan lainnya ketika aku mampu merawatnya hingga dewasa dan ia memperkenalkan ku pada semua orang bahwa aku adalah sahabat terbaik dalam hidupnya. Sesungguhnya, cita cita ku hanyalah ingin menjadi seorang ibu sebelum aku meninggal. Tetapi, justru itulah yg menjadi ketakutan utamaku. Aku sangat takut bahwa aku hanya akan menjadi yg terburuk. Sehingga aku telah yakin bahwa aku tidak akan memilikinya. 

Apapun itu, kuharap suatu saat aku dapat menceritakan hal bahagia dalam catatanku. Aku ingin menikah dengan orang yg kucintai saja sudah cukup. Setidaknya kini itulah yg menjadi impianku. Aku akan masih berjuang menyiksa diriku untuk tetap bisa bertahan sebentar lagi agar optimis dalam mewujudkannya. 

Its truly hurt, but i know someday gonna be worth it. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Sekedar Saran..

COMEBACK!