LELAH
Kini aku baru bisa mengunjungi kembali catatan online ku, ya blog ini hanya berisikan semua perasaanku. Aku hanya ingin mungkin saat aku tidak ada, kisahku dapat menjadi jejak bagi orang orang yang ku sayangi. Oh ya, ini sudah masuk awal tahun rasanya aku semakin tua saja. Banyak sekali yang terjadi meskipun hanya selang beberapa hari, namun aku tetap pada kondisi yang sama. Setiap orang sudah berlari namun aku masih duduk termenung memandang langit tanpa awan. Aku lelah, mungkin sudah berjuta kali hal itu terucap. Hari demi hari ingin rasanya aku berteriak dan menangis sekuat tenaga yang aku bisa, tetapi egoku haru kupendam. Rasa sakit ini harus ku kubur. Aku harus bersikap bahwa tidak ada yang terjadi dalam hidupku. Bayag - bayang ingin meninggalkan hidup ini semakin kuat tiap detiknya, aku sangat ingin mengakhiri segalanya. Lagipula aku tidak pernah meminta untuk hidup, aku tidak pernah ingin lahir di dunia ini. Namun untuk pergi sekarangpun sudah terlambat, batinku seakan berperang antara mengikuti egoku atau mempertahankannya demi orang orang yang sudah tulus mencintaiku. Mereka berkata bahwa hidupku berharga, tapi aku sungguh telah putus asa. Aku tidak tahu bagaimana bisa menjalani hidupku esok hari. Setiap aku terbangun dari tidurku hal yang aku fikirkan adalah "akankah hari ini lebih baik?". Aku lelah. Aku sangat lelah. Triliyunan kali aku berkata pada diriku "AKU HARUS BANGKIT, AKU TIDAK BOLEH MENYERAH" tapi mengapa dengan segala usahaku semua ucapan itu tidak pernah terwujud dalam hari hari ku. Aku ingin mati. Tapi kini aku takut untuk mati. Aku masih menginginkan itu, aku sangat ingin mati secepatnya. Tapi aku sesungguhnya sangat takut menghadapi kematian. Hingga akhirnya aku tersadar bahwa yang kuinginkan bukanlah mati, tapi aku hanya mengharapkan untuk menghentikan semua penderitaan yang kualami.
Komentar
Posting Komentar